“Reward” hanyalah akibat saja…

Catatan Event Pamapersada ditulis oleh : @isharyadi17

Uang mah ga ada saudaranya, begitupun juga urusan agama ga usah dihubung-hubungkan dengan pekerjaan, … kata itu sering kita dengar benarkah tak ada hubungannya antara agama dan pekerjaan ? apakah prestasi yang dihasilkan berhubungan dengan agama ? bagaimana keluarga menjadi simbol kesuksesan seseorang ?

Dalam sebuah Event yang kami sajikan untuk Pama Persada Nusantara, pada Kamis, 1 Oktober 2015, melalui proses panjang akhirnya tema yang diusung “Enthusiasm For The Challenge, Creating Beyond Innovation – Sustaining Great Performance” sebuah acara “rewarding” bagi karyawan yang berprestasi pada kriteria tertentu.

“Reward” yang saya terima hanyalah akibat saja, … begitu penutup sambutan dari seorang karyawan ketika diminta pendapatnya, Event yang diselenggarakan di Pamapersada Ballroom Lantai M merupakan “repeat order” kalau sebelumnya meminta kami red: prasasti selaras merencanakan – melaksankan Event (Outing dan Family Gathering).

banner

Jangan Menghitung Untung-Rugi Muncullah saja dan Gunakan saat Kini Sebaik-baiknya.

Bekerjalah seperti kita beribadah, Karena saat kita bekerja, kita melakukan inter aksi yang saling mendukung dan membutuhkan satu sama lain. Katakanlah setiap pekerjaan kita adalah lahan beribadah kita, dengan melakukan sepenuh hati tanpa berpikir untuk rugi, gunakan setiap kesempatan adalah sarana kita melayani ciptaannya,

Bukankah dengan anda bekerja dengan senyum selain murah dan sehat, Anda sedang beramal? Dan, amal adalah merupakan terapan dari agama. Kawan sekerja yang menerima senyuman anda maka anda sedang menyebarkan aura positif, sehingga anda positif, kawan positif, atassan atau bawahan pun akan positif maka dengan sendirinya produktifitas pun akan meningkat. Dan, Anda juga dapat untung, karena banyak orang yang tertarik pada kepribadian Anda. Dengan Anda makin besar untungnya, amal Andapun meningkat, karena makin banyak orang yang terbantukan karena sebuah ide senyum yang murah dan sehat…

Di benak saya, saat mau membangun sebuah ide bisnis, selalu muncul dahulu sebuah pertanyaan:

Bagaimana bisnis ini bisa berguna untuk orang banyak?

Mudahkah memiliki Mindset sebagai seorang Social Entrepreneur? Apakah harus dengan mindset seperti ini, barulah bisnis kita bisa sukses? Tentu saja tidak. Namun, sejarah menunjukkan bahwa bisnis-bisnis besar di dunia, karena pendirinya berjiwa sosial terhadap orang banyak, lingkungan, dunia dan kehidupan ini. Orang-orang yang sungguh berjiwa besar. Dan, ternyata mudah sekali untuk menerapkan…

Bekerja atau berbisnis sekalipun adalah peluang membangun manusia

Menurut saya berbisnis, apapun bentuknya, sebenarnya kita membangun manusia. Bisnis hanyalah sarana saja. Alat untuk mencapai sebuah tujuan yang tentunya tujuan mulia, yang bisa berguna untuk orang banyak, syukur-syukur berguna untuk kehidupan ini.

Saat kita mempunyai team kerja (karyawan), rekan kerja, partner usaha, sekelompok manusia yang terus maju, terus bertumbuh, maka otomatis bisnis kitapun ikut bertumbuh. Jadi, jika demikian. Bisnis kita bertumbuh karena manusianya, bukan ide bisnisnya. Nah, jika demikian, mengapa kita tidak berpikir untuk memindahkan fokus kita? Bukan lagi pada ide bisnisnya, tapi pada peluang untuk membangun manusianya. Karena, berawal dari situlah bisnis kita akan terus membesar dan membesar…

“Reward” hanyalah akibat saja.

Pamapersada 1 dari perusahaan yang memberikan reward – reward kepada karyawan terbaiknya, bukannya tanpa alasan persaingan dewasa ini memerlukan lebih dari hanya pengetahuan yang mendalam dalam bidang Anda. Keahlian personal seperti kemampuan memberi ide, mengembangkan kerjasama dan pendelegasian yang efektif telah menjadi kebutuhan kritis, lakukan saja lihatlah efeknya, setialah pada sesuatu yang baik bertindak dan berfikirlah seperti kita melakukan ibadah.